Dulu

Posted: Oktober 18, 2016 in Uncategorized

​*Dulu . . .*

Aku sangat KAGUM pada manusia yang :

» Cerdas, 

» Kaya,

» Berhasil dalam Karir, 

» Hidup sukses, 

»  dan Hebat.
*Sekarang …*

Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku. 

Aku KAGUM dengan :

*» Manusia yang selalu bersyukur kepada-NYA*

» Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.
*Dulu …* 

Aku memilih MARAH ketika merasa ‘harga diriku’ dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar kepadaku dan menyakitiku .. .
*Sekarang …*

Aku memilih untuk 

*BANYAK BERSABAR & MEMAAFKAN*, karena aku yakin *ada hikmah lain*  yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk *memaafkan & bersabar*
*Dulu …*

Aku memilih MENGEJAR DUNIA dan _menumpuknya_ sebisaku….

Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah _makan dan minum untuk hari ini_
*Sekarang … 

Aku memilih untuk *BERSYUKUR & BERSYUKUR* dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa *mengisi waktuku hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat untuk sesama . . .* 
*Dulu …*

Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN 

» Orang tua, 

» Saudara, 

» dan teman-temanku 

jika aku berhasil dengan duniaku… Ternyata yang membuat mereka bahagia _bukan itu_ melainkan : 

*» Ucapan,* 

*» Sikap,* 

*» Tingkah, Sapaanku kepada mereka.*
*Sekarang ..*

Aku memilih untuk *membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku karena aku ingin ke-manfaat-an ku ditengah-tengah mereka…*

[Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat manusia lainnya]
*Dulu …*

Fokus pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA DAHSYAT untuk duniaku…

ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-NYA…
*Sekarang …*

yang menjadi ‘fokus pikiran’ dan ‘rencana-rencana’ ku adalah bagaimana agar *hidupku dapat berkenan di mata-NYA dan sesama jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-NYA.*
→ Τak ada yang  dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati ‘hangatnya matahari esok pagi’
→ Τak ada yang  bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku masih bisa menghirup ‘udara besok hari’. 
Jadi apabila ‘hari Ini dan esok hari’ aku masih hidup, itu adalah karena *kehendak-NYA semata,* bukan kehendak siapa-siapa…
Renungan ini mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa :

*DULU* aku ini siapa?

Dan  *SEKARANG* aku mau kemana????
Repost 

عبد الله .حسن الرشيد

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s