ORANG-ORANG YANG DISEMPITKAN HATINYA..

Posted: Juli 23, 2016 in Uncategorized

Dalam sebuah ceramah, Aa Gym menyampaikan pesan berikut: “Orang-orang yang disempitkan hatinya oleh ALLAH maka akan sulit menerima kebenaran, walaupun ditunjukkan kebenaran di depan matanya orang-orang ini akan terus membantah, hatinya menjadi kerasss! MEREKA TAKUT REJEKINYA HILANG JIKA MENGIKUTI KEBENARAN ITU, ada tuhan lain di hatinya selain Allah.. Makanya kita selalu berdoa pada Allah agar hati ini selalu ditetapkan dan dibukakan oleh Allah ketika bertemu dengan kebenaran.. Perbanyak doa ini..
“Yaa muqollibal qulub, tsabbit qolbi ‘ala diinik” artinya ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”

JLEB JLEB!!

Ketika kemarin saya sepanggung dengan ustadz Samsul Arifin, beliau menyampaikan ini: “ketika 3 tahun lalu saya mulai mengenalkan komunitas Pengusaha Tanpa Riba, betapa banyak orang yang mencemooh dan kaget, mereka banyak melakukan penolakan bahaya utang dan riba, sekarang jauuuh beda.. Trendnya sudah menuju hidup yang syar’i.. Buktinya banyak Komunitas-komunitas lainnya yang tumbuh yang ingin berjuang sama-sama hidup tanpa utang dan riba..”

Ketika setahun lalu saya mulai banyak menulis di Group Facebook: Belajar Wirausaha Bareng Saptuari, saya juga tidak menyangka kalau responnya luar biasa. Ternyata banyak buangeeet orang-orang di luar sana yang merasa senasib, terjerat utang bertahun-tahun, dan semua ingin bebas dari jeratan ini.
Sampai akhir Juli 2016 ini sudah 153.000 orang lebih yang bergabung, tidak ada satupun yang saya add, semua suka rela bergabung dan ingin belajar bareng kisah-kisah nyata spiritual bisnis yang saya tulis.

Gak ada yang komplain mas?
Huuufff.. Siapa bilang, berkali-kali saya direndahkan tidak masalah, dikatain go*blok, clu*thak, bri*sik, ngawur dan lain-lain, monggoo..
Hehe.. Tapi kalau sudah memancing perdebatan yang membuat member lain tidak nyaman, maka ada tim satpam yang langsung mengeluarkan dari group, nyepam sembarangan juga dikeluarkan.

Biarkan group ini isinya orang-orang positif yang bener-bener mau belajar bareng, seperti kolam dengan air yang tenang, nyaman untuk semua ikan yang hidup di dalamnya.. Kalau ada ikan piranha yang ganas mengganggu ikan lainnya, maka ya pasti dikeluarkan saja..

Saya pernah bertanya pada kawan untuk menilai group facebook ini kenapa banyak yang bergabung, dan terimakasih yah untuk penilaian positifnya:
1. Tulisan di group ini slow, woles, tidak pernah mengujat siapapun, lebih banyak merangkul semua yang mau belajar.

2. Tidak berafiliasi dengan urusan politik, atau tidak berhubungan dengan parpol apapun.

3. Tidak ada perdebatan dan saling serang di group, para pembaca bisa saling belajar dari ribuan komentarnya.

4. Postingan teratur, tidak sembarang orang bisa upload sesuatu yang bisa memancing emosi pembaca lainnya. Interaksi hanya di kolom komentar, isinya pun banyak positif saling mensupport dan mendoakan.

5. Sumber yang jelas, admin sering menyertakan link-link dari para ustadz yang berkompeten dalam bidang fiqih muamalah. Jadi pembaca bisa langsung belajar dari asal sumbernya..

Semoga semua anggota group facebook ini adalah orang-orang yang diluaskan hatinya.. Luaaasss.. Bukan hati yang sempit dan keras! Hati yang sulit menerima kebenaran..

Saya kadang tersenyum ketika membaca komentar yang menantang debat, padahal banyak hal sudah final di level ulama, sehingga keluar tulisan dan penjelasan di pengajian-pengajian yang tersebar di berbagai web atau youtube. Lah kok malah ngajak ribut dengan semua orang..

Padahal gampang, misal ketika soal riba sudah ada Fatwa MUI yang mengharamkan, produk-produk yang mengandung riba juga dijelaskan, ya kalau gak terima tinggal datangi MUI dan silahkan berdiskusi panjang dengan banyak para ulama disana. Ayat Qurannya jelas, Hadistnya jelas, pendapat ulama juga jelas, tentu salah tempat jika mengajak debat member di group ini yang semua sedang belajar..

Ada yang pernah nulis begini:
“Siapa ulama ngawur yang bilang ada riba di asuransi? Sini berdebat dengan saya!! Kalo kalian kalah maka kalian semua harus ikut di asuransi saya dengan premi 3 juta perbulan!”

Hehe.. Akhirnya cuman jadi sasaran bully member lainnya, demi kenyamanan akhirnya komen itu dihapus oleh satpam, dan orangnya dikeluarkan dari group.

Atau yang nyerang dengan vulgar:
“Bisnis ancur, hidup sial, kenapa riba yang dijadikan kambing hitam?! Baru ikut seminar dan baca buku sudah pada berani koar-koar di facebook! Bisa aja kehancuran usahamu karena dosa-dosamu lainnya, jangan riba terus dijadikan sasaran!”

Hehe.. Bisa jadi ada benarnya, namun para ulama mengingatkan, dalam Al Quran hanya dosa riba yang terang-terangan DITANTANG PERANG oleh ALLAH dan rasulnya (Al Baqarah 278-279), karena dari riba itulah asalnya sendi-sendi kehidupan digerogoti! Jangan kaget kalo baca ada seorang ibu rumah tangga jualan sabu karena terlilit utang, ada dosen yang sampai merampok karena terlilit utang juga, ada penjaga kebun binatang yang mencuri jatah makan harimau karena terjerat cicilan mobil, mau nambah berapa banyak lagi?

Coba ketik: “mati bunuh diri karena utang” di google, maka ratusan kisah tragis akan muncul disana, masih mau diperdebatkan?

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam:
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa  saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa  saja yang berakhlak mulia.”
(HR. Abu Dawud)

Umar bin Khattab menjelaskan:
“Seseorang tidak akan merasakan hakikat iman sampai ia mampu meninggalkan perdebatan yang berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran, dan meninggalkan berbohong meskipun hanya bercanda padahal ia tahu seandainya ia mau ia pasti menang dalam perdebatan itu”

Imam Syafi’i juga menjelaskan:
“Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”

“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”

Semoga ALLAH memberikan hati kita seluasss samudera.. Sehingga mampu mereguk nikmatnya ilmu dengan kelapangan dan ketenangan jiwa..

Salam,
@Saptuari

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s