Kisah: “Inilah yang Terbaik”

Posted: Mei 2, 2016 in Uncategorized

Pada pertengahan thn 2013 ketika aku masuk ke semester 3, aku dan atik (temanku yg baru masuk upi semester 1) ikut kajian ba’da subuh di masjid DT. Kajiannya mengenai semua yg ditakdirkan Allah itu adalah yg terbaik bagi kita. Aku ingat surah yg disebutkan oleh penceramah ialah surah An-Nahl:30. Lalu atik memberikan kode utk surah itu dg angka 16:30 atau jam setengah lima. Dan sampe sekarang kami berdua masih ingat dg kenangan surah itu..

image

Lalu kami berdua ikut diklat SSG di akhir bln september 2013 dan ketika ada materi di malam ahad, si pemateri menyuguhkan sebuah kisah yang judulnya: “inilah yang terbaik”. Ini adalah cerita yg merupakan aplikaai dr surah 16:30 tadi.. itu sih menurutku..
Berikut adalah kisahnya…

kisah: “inilah yang terbaik”

Di kisahkan hiduplah seorang raja yang gemar berburu kehutan, saking senangnya dengan hobi yang satu ini sang raja hampir setiap pekannya
pergi berburu ke hutan, gunung, hingga ke padang savanna. Di setiap perjalanan melakukan perburuan
ia selalu di temani oleh sang penasihat yang
bijaksana di sampingnya, tidak pernah sekalipun
sang penasihat ini absen dalam setiap ekspedisi
yang di lakukan sang raja karena saran-saran dari
penasehatnya inilah yang menjadi ukuran
keberhasilan dalam tarikan panah sang raja
terhadap hewan-hewan yang di bidiknya. Namun di
usianya yang sudah tua sang penasihat itu tidak
bisa lagi menemani raja untuk berburu lagi ia
sering sakit-sakitan dan pada akhirnya ia pun
menghembuskan nafas terakhir dan meninggalkan
dunia untuk selama-lamanya. Sang raja pun sedih
karena penasihat sekaligus sahabatnya ini telah
tiada.
Sepekan telah berlalu sang raja seperti
biasa melakukan perburuannya kehutan bersama
beberapa prajuritnya namun tanpa penasihat di
sampingnya, lalu sang rajapun melesatkan panah-
panahnya ke arah hewan-hewan yang di lihatnya.
Tapi sayang tidak ada satupun hewan buruan yang
ia dapatkan pada hari itu dengan tangan kosong
dan muka penuh dengan kekesalan ia pun kemabali
ke kerajaan . di sepanjang perjalanan di tengah-
tengah lamunannya ia teringat akan wasiat sang
penasihat sebelum ia wafat bahwa ada seorang
pemuda di suatu daerah dengan kebijaksanaan
yang sangat luar bisa melebihi dirinya. Sang
rajapun sontak berhenti dari perjalannya dan
berkata kepda salah satu pajuritnya dan berkata “
bawakan aku pemuda yang di katakana oleh
penasehat terdahuluku untuk aku jadikan
penasihat ku sekarang”.
Keesokan harinya sang pemudapun tiba di
kerajaan tepat pada waktu jam makan siang dan di
suatu ruangan dengan meja penuh dengan
makanan lezat dan minuman yang begitu segar
sang pemuda berkata “ inilah yang terbaik” , dia
pun di persilahkan duduk dengan jamuan-jamuan
yang telah di sediakan . sambil menikmati
hidangan sang raja memulai percakapannya dan
menanyakan kesediannya untuk menjadi penasihat,
dia terkejut karena tidak tahu sebelumnya akan di
jadikan penasihat raja sontak ia menjawab “ ya..
inilah yang terbaik “. Tanpa panjang lebar sang
rajapun langsung memberikan tugas untuk
menemaninya di esok hari untuk berburu dan sang
pemuda menjawab “ inilah yang terbaik”.
Ketika tiba di hutan sang raja langsung
menyiapkan alat burunya dan berkata “ aku sudah
siap, kemana kita akan mencari hewan-hewan itu
penasihat?” sang penasihat diam sejenak dan
mulai menunjukan arah perburuan. Tetapi saat itu
sang raja tidak menemukan satupun hewan
buruannya namun sang penasihat berkata “ inilah
yang terbaik raja dan kita sebaiknya menyiapkan
tempat perburuan yang baru “ raja pun mengiakan
nasihatnya . kemudian di ekspedisi yang berbeda
sang raja dan yang lainnya pergi ke tempat yang
berbeda dengan kuda-kudanya yang kuat ia pun
berhenti karena di daerah itu terlihat banyak
sekali hewan buruan yang ukurannya besar-besar.
Sang raja pun mulai melesatkan busur-busurnya,
namun sebelum panah-panah itu sampai d tubuh
buruanya, hewan-hewan itu lari menjauh karena
posisi sang penasihat menakuti dan membuat
binatang-binatang itu kabur . sang raja pun
memamlingkan wajah kepada penasihta dengan
tatapan marah dan berakat “ apa yang kamu
lakukan tidakah kamu lihat semuanya
menghilang” , seperti biasanya ia berkata “ inilah
yang terbaik.
“ pansihat ini kesempatan terakhir mu
tunjukan aku tempat perbuaruan yang baik,
dengan perkiraan hewan dan cuaca yang baik “ ,
sang penasihatpun menunjukan tempatnya “ tuan
inilah yang terbaik. Ketika tiba di tengah-tengah
hutan yang lebat sang rajapun bersiap-siap
kemudian mulai membidik buruannya, ketika raja
mulai menarik busurnya tiba-tiba dari arah
belakang hembusan panah menyambar tangannya “
aarrrgghhh… siapa yang berani malakukan hal
ini ?” rajapun berteriak kesakitan, telinya
berdarah dan terluka parah. Di balik semak-
semak sang penasihat muncul dan berkata “ maaf
raja saya tidak sengaja , tadi saya melihat ular
sontak saya terkejut dan terpeleset, maafkan
hamba raja ,inilah yang terbaik.” Dengan
kemarahan yang luar biasa rajapun memerintahkan
prajurit untuk menangkap penasihat “ dasar
penasihat bodoh aku yang terluka masih di sebut
ini yang terbaik aku akan kirimkan kau ke penjara
bawah tanah selama-lamanya” tetapi sang
penasihat tetap sabar da mengatakan inilah yang
terbaik.
Setelah sembuh dari lukanya sang raja
kembali memulai perburuannya di tengah-tengah
hutan yang berbeda dari sebelumnya , belum
pernah satupun di antara rombongan itu pernah
datang kehutan itu “ ini tempat yang sangat
bagus sudah pasti akan banyak buruan yang aku
bawa “ sang raja berkata kepada seluaruh
prajuritnya. Ditengah lebatnya hutan pada saat
itu tiupan angina melasat bersama busur-busur
panah yang di arahkan ke biantang-bintang yang
terlihat , sesaat sang raja senang karena
mendapatkan cukup banyak buruan. Namun tiba-
tiba di balik semak –semak dan pepohonan muncul
sekumpulan suku kanibal dengan cepat menangkap
rombongan raja tanpa perlawanan. Setiba di
tempat persembunyian kanibal itu semua orang di
gantung kedua tangannya dengan kaki
menggantung dan posisi berjejer.” Kuliti mereka,
potong-potong dan buat mereka terlihat lezat”
kepala suku memerintahkan kepada seluruh kanibal
itu”.
Ketika Satu persatu di kuliti dan di
potong-potong , seorang kanibal lari ketakutan
dan melapor kepada kepala sukunya “ tuan ,
celaka akan ada bencana disini , ternyata diantara
yang kita bawa ada yang cacat telingnya , ini
gawat !”. sang raja terkejut “ ini seperti yang di
katakana leluhur kita buang orang itu kita akan
mendapatkan bencana jika memakannya”.
Akhirnya sang rajapun di lepaskan menjauh dari
tempat suku kanibal itu, rajapun berlari dengan
nafas terenggah-enggah menuju arah temapt
sebelumnya berharap kudanya masih ada .
Tiba di kerajaan dia langsung menuju
ketempat sang penasihat di penjara dengan baju
kotor dan compang camping raja lansung
menyerukan kepada penjaga untuk membebaskan
sang penasihat , rajapu langsung memeluk
panasehat itu sambil berkata “ maafkan aku telah
menghukumu” , “ apa yang terjadi raja “ sang
penasihat sambil kebingungan , “ semuanya mati
penasihtku.. mereka di potong-potong olah para
kanibal , berkatmu panahmu yang melukai
telingaku ini aku bebas dan dan tidak di makan
oleh mereka” dengan tenang sang penasihat itu
menjawab” inilah yang terbaik raja berkatmu juga
memenjarakanku aku tidak jadi salah satu bagian
yang di makan oleh kanibal itu “. Setelah itu si
penasihat itu di bebaskan dan di angkat kemabali
menjadi penasihta raja dan sekali lagi ia berkata “
inilah yang terbaik “.

Diambil dari: http://bisaspeak.blogspot.com/2013/07/inilah-yang-terbaik.html?m=1

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s