Renungan

Posted: April 14, 2016 in Uncategorized

MUTIARA NASIHAT

Bismillah
JIKA RUMAH SUDAH BUKAN MENJADI SURGA.

Semua muslim dan muslimah mempunyai tujuan hidup dan cita-cita yang bermacam-macam dalam urusan dunia. Dan dalam urusan rumah tangga semua hampir sama ingin membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah. Sebagai mana Allah Ta’ala telah menyatakan dalam firmanNya:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. [Ar Ruum:21].

Rumah menjadi surga jika ada ketenangan kasih sayang dan terjalin kecintaan. Juga menurut ulama 3 hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat. Seorang hamba sama sekali tidak pernah bisa terlepas dari 3 hal tersebut:

1. Syukur ketika mendapatkan nikmat.
2. Sabar ketika mendapat cobaan.
3. Bertaubat ketika melakukan kesalahan.

Ciri-ciri lain rumah sebagai surga adalah :
1.Kian timbulnya kasih sayang.
2.Isi rumah saling faham satu dengan yang lainnya.
3.Suka untuk untuk tinggal di rumah.
4.Adanya komunikasi yang sehat.
5.Waktu-waktu kebersamaan terjaga, seperti sarapan, makan malam dll.

Adapun rumah yang tidak lagi menjadi surga bahkan ke arah neraka perpecahan:

1.Tidak Lagi Berpasangan
Apabila waktu untuk bersama sudah jarang atau bahkan tidak ada, secara tak langsung pasangan suami istri sudah mulai berpisah dalam pernikahan.

2. Salah Satu Menolak Untuk Mencoba.
Ada masalah dalam rumah tangga memang hal biasan, akan tetapi kalau sangat sering dan tidak ada penyelesaiannya, tanda tanda kehancuran.

3. Kelangkaan Rasa Menghargai Antar Pasangan

4. Tidak lagi menjadi team yang kompak, yang bisa kerjasama.

5. Sudah tidak ada komunikasi satu dengan lainnya, suami dan istri atau anak-anak yang kian menjauh.

6. Tidak Lagi Ada Kesinambungan Antara Keinginan Dan Kebutuhan
Saling memenuhi kebutuhan bisa menjaga keutuhan rumah tangga.

    RUMAH SURGA DAN NERAKA

Beruntunglah mereka yang meraih surga di dunia.
Dalam bentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah.
Membina mahligai kehidupan walau hanya sementara.
Rumah yang didalammnya ayat-ayat Allah dibaca.
Rumah yang didalamnya ayat kauniyah, kelahiran kasih sayang percintaan dan kematian serta kesedihan yang sewajarnya.

Sengsaralah dan meranalah
Siapa saja yang menjadikan rumahnya adalah nerakanya.
Tidak ada lagi ketenangan, kasih sayang apalagi kecintaan.
Karena setiap penghuninya datang membawa kayu api.
Api cemburu…..
Api ketidak jujuran….
Api kebohongan……
Api kepura-puraan……
Api kemarahan….
Api pengkhianatan….
Api ktidak adilan….
Api kedzoliman…..
Api perselingkuhan….
Api kecurangan……
Api sandiwara….
Api entah apalagi
Sehingga semua penghuni terasa terpanggang di dalamnya.

Si bapak yang tak lagi berwibawa, si ibu yang kian goyah dan gundah gulana, tinggallah buah hati yang rapuh dan bingun tak terarah….kemana hendak melangkah…faliyyadza biilahi.
Allahua’lam

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s