Sama Saja By Ust. Yusuf Mansur

Posted: Februari 20, 2016 in Uncategorized

Mana yang lebih mahal? Sepeda ontel tua nan lusuh, Motor 2002, Carry 2000, Camry 2005, Velfire 2012, Mercy ’88, BMW seri 7?

Mana yang lebih mahal? Kontrakan 75 ribu per bulan, apartemen satu kamar 10 juta per bulan, rumah pribadi sharga 500 juta, rumah pribadi seharga 2 Miliar? Hotel?

Mana yang lebih mahal? Jalan-jalan ke Jogja bagi orang Jakarta? Jalan-jalan ke Singapore bagi orang Surabaya? Jalan-jalan ke Eropa? Atau ke Mekkah?

Mana yang lebih mahal? Iphone 4? Atau Iphone terbaru? Dakota, sama Porsche? Samsung S4, atau Notebook Sonny 15″?

Mana yang lebih mahal? Nikah di KUA saja? Atau dengan resepsi, di GBK? Ngundang 100 ribu orang? He he he. Sambil nonton bola?

Mana yang lebih mahal? Makan di warung pinggir jalan, sama makan di restoran Hotel Siti di lantai 12? Dengan view yang indah?

Mana yang lebih mahal? Belanja di pasar Deprok, untuk satu keluarga kecil? Sama belanja di pasar bersih untuk persiapan makan keluarga besar?

Jawabannya udah saya kasih bocoran sebenernya. Dari judul artikel udah ketauan. Sama saja.

Semuanya mahal, buat yang Tuhannya: Duit. Dan semuanya murah, buat yang Tuhannya adalah Allah. Ga pake duit. Pake Allah.

Penghasilan 10 ribu sebulan, jadi sama saja untuk mereka yang beriman, dengan mereka yang penghasilannya ratusan juta. Sama aja. Ga ngaruh.

Sebab bukan karena duit, seseorang bisa makan, bisa nyekolahin anak, bisa nguliahin anak, bisa punya rumah, punya mobil, jalan-jalan…

Bukan karena duit kita senang, susah, kaya, miskin, punya, engga, dikit, banyak. Bukan. Bukan karena duit sama sekali.

Motor bekas buat mereka yang perlu duit buat bayar, maka itu mahal buat dia. Apalagi Kijang, Camry, Alphard, BMW…

Kontrakan 400 ribu per bulan pun terasa mahal sekali untuk mereka yang perlu duit buat bayarnya. Apalagi punya apartemen, hotel, dan lain-lain.

Bertuhanlah Allah. Allah Yang Punya Segala-galanya. Allah lah Pemilik semua apa yang di langit dan di bumi.

Cukuplah bertuhan Allah. Ga perlu yang lain. Sangat-sangat ga perlu. Dan jangan sampe juga ada yang lain. Nanti jadi mahal.

Apalagi makin dan semakin mahal, apabila semua yang di dunia, diraih tanpa Ridha dan Izin-Nya. Tebusannya: Neraka yang abadi lagi kekal.

Apalagi tatkala dunia diraih dengan mengabaikan kesehatan, persaudaraan, akhlak, wuah, dunia itu bakal jadi sangat mahal tebusannya.

Belum lagi kalau mengabaikan keluarga. Udah mah ngabaikan Allah, Rasul-Nya, agama-Nya, lalu keluarga pun diabaikan… Mahal banget.

Ga ada yang mahal, bagi Allah dan di hadapan Allah. Semuanya murah. Asal Allah Berkehendak. Kun Fayakuun.

Saya bersyukur diberi pengalaman hidup sulit. Jadi bisa ngomong seperti ini. Benar-benar yang dibutuhkan cuma Allah.

Apa yang saya omongin, bahwa yang kita perlukan cuma dan hanya Allah, itu berdasar pengalaman. Dan saya ga mau lepas lagi dari Allah. Rugi.

Makin butuh sama duit, maka semakin Allah meninggalkan. Semakin butuh sama Allah, maka semakin Allah mendekat. Pilih mana?

Setelah kenal sama Yang Punya duit, masa masih butuh sama duit? Ga lucu. Kenal sama Pemilik Pasar, duit jadi ga perlu.

Jika kita temenan sama pemilik resto, deket banget, malah dianggep keluarga, masa masih harus bayar? Duit kita ga laku buat dia.

Bayangkan jika Allah, Pemilik Dunia, sudah menganggap sodara keluarga-Nya? Wuah… Subhaanallaah dah.

Lah emang Allah punya keluarga?

Wah, kalo masih nanya, koq Allah punya keluarga? Emang perlu banget terus ngaji. Ok, istirahat dulu dah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s