Adventure

Posted: Juni 27, 2013 in Uncategorized

Bagi petualang sejati, maka bukan daftar tujuannya yang penting. Bukan kota apa saja yang sudah dikunjungi, negara apa saja, benua apa saja. Sama
sekali bukan itu.
Melainkan pengalaman menakjubkan sepanjang perjalanan tersebut. Orang2
yang ditemui di perjalanan, orang2 yang membantu, teman2 baru, tempat menginap, tempat makan, semuanya, segala sesuatu yang ada dalam
perjalanan tersebut.
Maka, meski hanya pergi ke pinggiran kota, mengunjungi tempat dekat dari rumah, memperhatikan perkampungan, pasar, dsbgnya dekat kita, itu juga perjalanan. Sama
pentingnya, sama spesialnya
menambah pemahaman kita melihat dunia.


Ayo, siapkan bekal. Lihatlah dunia luas.
Mumpung masih muda, masih lincah.
Tidak perlu uang banyak untuk
melakukannya–hanya perlu niat yg banyak. Sungguh, ada banyak rahasia dalam setiap perjalanan, dan kitalah yang akan membukanya. Kita akan bisa
menghargai orang lain lebih baik.

Jangan habiskan waktu di jendela
rumah, kendaraan, kelas sekolah yang itu-itu saja

*Tere Lije

Sejalan dengan pemikiran saya tulisan di atas itu…
Saya suka sekali berpetualang ke tempat baru yg sama sekali belum pernah saya kunjungi…
Sejak di sini, saya suka pergi ke tempat-tempat jauh dan Alhamdulillah dengan saya kerja, saya jadi hapal jalan, hapal rute angkot.. Ketika diminta mengajar di suatu tempat yg sama sekali belum pernah kulewati dan kukunjungi saya amat merasa senang. Pernah ada pengajar yg terkejut melihat saya ngajar di suatu lokasi yg lumayan jauh.. “bu mifta dr gerlong ke sini.? Ckckckck..” katanya.
Saya cuma nyengir saja..

Trus ada cerita menyedihkan bagi teman-teman saya (tp saya malah cengengesan..). Saya mengajak vina, teh een, dan suci berpetualang ke babakan siliwangi.. Aneh bukan.? Yaahh namanya saja saya. Kalo ga ngelakuin yg aneh-aneh ya bukan mifta namanya.. Sambil bawa bekal nasi dan lauk seadanya ala anak kosan, kami pun ke sana..
Mulanya kelewatan nyampe ke kebuk binatang.. Trus jalan sampe ke dpn sabuga. Kami menyusuri hutan kota dan tidak menemukan hal spesial. Yg ada hanya jalan setapak yg becek. Padahal saya browsing di internet kayak bagus gitu suasananya… Karena tak mau mengecewakan teman saya, lantas kuajak mereka ke sabuga.. Ada org nikahan nih ceritanya.. Kami foto-foto di dpn gedung itu. Lalu kami duduk-duduk di itb sambil makan bekal yg kami bawa.. Nikmat bangeeeeett.. Dengan lauk tempe, dincis sarden, dan sayur tumis kami lahap sampe habis… Banyak mahasiswa di sana yg lagi duduk dan ngobrol sambil belajar juga kayaknya.. Yaahh kami cuek-cuek saja.. Trus zuhur kami ke salman.. Mereka bertiga baru kali itu ke itb. Jadi saya kayak jd guide gitu… Hhee…

Trus cerita ke sd interaktif mutafanin padalarang juga saya ke sana sendiri.. Saya penasaran dg kota cimahi.. Daaann walaahh saya nyampe di sana tanpa tersesat… Tp pas pulangnya saya salah arah naik angkot.. Jadilah saya muter-muter di sekitaran cimahi-padalarangg…

Trus kemana lagi yaa..?? Hhmm…
Trus saya juga ke jatinangor tempat paman saya di desa sayang. Ga pake sesat ke sana.. Saya sering bereksperimen kalau ke sana.. Eksperimennya naek angkot dan bus damri.. Cuma berbekal nanya sama orang ya mudahlah dpt kendaraan baru dan bs melihat rute baru jalan kota ini…
Sepanjang jalan kepalaku kayak mau lepas, liat kanan-kiri, liat tempat-tempat baru… Dan saya selalu sendirian😦
Terkadang saya suka memperhatikan penumpang yg naik dan turun, mempelajari dialek bahasa sunda dr mamang angkot dan penumpang, dll. Saya ingin mempelajari adat di sini dan.mengambil sisi baiknya utk saya implementasikan di kota saya juga..

Trus ke bosscha siang hari.. Apalah coba siang-siang ke sana.. Saya cuma mau menuntaskan rasa keingintahuan saya tentang tempat-tempat yg belum saya kunjungi. Just it.

Mungkin agak lebay cerita ini.. Tp saya suka berpetualang,mengunjungi tempat baru dan bertemu dg orang-orang baru…

Byk lagi deh sudut kota ini yg sdh saya lewati rute angkotnya. Cuma saya jg penasaran sama daerah dago.. Walau dulu pernah ke maribaya..

Saya sudah berencana ke kediri karena teman saya menikah di sana.. Di dlm benak saya sudah tergambar bayangan perjalanan dr bandung ke kediri.. Sudah tidak sabar rasanya.. Tapiiiiii…. Org tua tidak mengijinkan ke sana sendirian😦
Cuma boleh ke jakarta, jawa barat dan sekitarnya saja…
Yahhh saya jyga harus mengerti kodrat bahwa saya seorg wanita yg jika berpergian harus dg mahromnya…

Semoga nanti bisa berpetualang lagi yaa…

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s