Cerita Sedekah

Posted: Mei 30, 2013 in Uncategorized

Ketika 25 April 2012 setelah mengajar sebanyak 2 shift Super Intensif, saya pergi mengunjungi salah satu dosen terbaik yang pernah saya temui: Bu Murni (Alm). Teringat ketika itu pertama kali saya mengajar SI dan merasakan capek yang luar biasa ketika mengajar dan berdiri selama 2,5 jam mulai dari jam 7.00-9.30. Karena capek, hampir saja saya tidak ingin melakukan sholat Dhuha. Tapi Alhamdulillah Allah memberikan hidayahNya untuk tetap sholat Dhuha walau dalam keadaan capek.

Siangnya setelah sholat zuhur tanpa makan siang, saya pergi ke rumah sakit yang letaknya tidak jauh dari lokasi tempat saya mengajar, hanya berseberangan saja. Di sana telah menunggu teman-teman saya untuk menengok Bu Murni (Alm). Terlihat Bu Murni (Alm) terbaring di atas kasur dan memang nampak sehat walau saya tahu beban Beliau amatlah berat: Kanker Serviks, kawan…

Setelah menjenguk Beliau, saya, yuk Dewi dan Dhe2 ngobrol-ngobrol di halaman parkir rumah sakit. Sudah lama kami tidak ngobrol panjang, bahkan merencanakan untuk kumpul-kumpul lagi walau kami tidak tahu kapan saat yang pas untuk bertemu kembali karena kami sudah sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Kemudian kami pulang, saya jalan kaki ke lokasi NF, mereka pulang pakai motor. Entah kenapa siang itu, mungkin karena faktor perut kosong dan keadaan tubuh yang capek, ketika akan menyeberang di sisi jalan satunya di depan NF Sudirman, saya yang loyo melihat ada ruang kosong di jalan tersebut dan segera menyeberang walau saya tau kendaraan sedang melaju kecang dan saya pun berlari-lari kecil. Namun tak di sangka, ruang kosong yang saya lihat tadi ada sebuah mobil yang memotong mobil dan segera menempati ruang kosong itu sehingga hampir saja saya tertabrak. Terdengar suara belokan ban yang cukup membuat semua orang yang berada di dekat jalan itu menoleh ke arahku. Termasuk tukang gorengan yang ada di depan NF. Saya pun melihat ke arah mamang itu dan tertawa kecil. Saya tertawa sekaligus takut, Alhamdulillah Allah menyelamatkan saya. Kemudian saya masuk ke NF yang letaknya di pinggir jalan di mana saya hampir tertabrak tadi. Seluruh pengajar, staff, dan siswa menoleh ke saya ketika saya masuk. Dan terlihat raut wajah keheranan mereka kepada saya. Saya tidak menanyakan hal itu kepada mereka, hanya tersenyum kepada staff dan langsung masuk ke ruang pengajar karena saya mencari makan siang jatah saya mengajar di sana. Para pengajar yang ada di ruang pengajar itu tidak mengetahui kejadian yang saya alami tadi sehingga tidak ada pertanyaan apapun dari mereka.

Malamnya, saya menceritakan kejadian itu kepada sahabat saya yang kebetulan menginap di kosan saya. Saya ceritakan dengan rasa masih takut sekaligus takjub akan Kekuasaan Allah yang telah menyelamatkan saya. Sungguh peristiwa yang sangat membuatku cukup paranoid untuk menyeberang. Esoknya beberapa kali saya menangis setelah sholat jika teringat kejadian itu. Bahkan sampai sekarang pun jika teringat kejadian itu saya masih terharu karena saya memikirkan bagaimana perasaan kedua orang tua saya jika saya benar-benar kecelakaan dan meninggal. Setelah itu saya merasa rakut untuk menyeberang di sana. Saya sering berdiri lama di sana ketika ingin menyeberang, menunggu kondisi jalan sampai benar-benar sepi dan kendaraan pun jauh dari tempat saya berdiri.

Saya merasa hal yang membuat Allah menyelamatkan saya dari kecelakaan ialah: Sholat Dhuha dan menjenguk orang yang sedang sakit. Saya mengingat bahwa saya tidak bersedakah sepanjang pagi itu, hanya sholat Dhuha. Tidak bisa saya bayangkan jika saya lebih mengutamakan beristirahat duduk-duduk saja dibandingkan sholat Dhuha, bisa jadi saya sudah mengalami kecelakaan ketika itu.

 

Maka, janganlah tinggalkan sholat Dhuha walau itu sholat sunnah tapi jika kita ingat kepada Allah dalam keadaan sempit maka Allah akan ingat kepada kita ketika dalam keadaan sempit juga.

 

Cerita sedekah lainnya ketika saya memberikan sejumlah nominal uang ke perpustakaan binaan asma nadia. Sy ketika itu sdg banyak uang karena mengajar super intensif di NF dan yah lumayan gajinya. Waktu itu sy ikut tes S2 UPI di bandung. Jdwl pengumuman hasil tes sih 1 juni. Tp ngareett.. sampe2 sy ga bs tidur dan selalu melihat web pasca dr hape. Pas galau2nya gitu, sy inget utk bersedekah. Dan pilihan tempat bersedekah jatuh di perpustakaan asma nadia. Alhamdulillaah keesokan hari setelah bersedekah pengumuman kelulusan UPI ada di web dan saya lulus😀
Ahh mau dipancing dulu ternyata yaa…
Dan uang yg sy kasih utk sedekah buku di perpustakaan asma nadia itu sdh beranak pinak. Lihatlah selama di bandung sy byk sekali membeli buku. Pdhl uang sy pas2an. Sy suka beli buku dr gaji bimbel. Sekitar 25% sy alokasikan utk beli buku. Alhasiiiil… buku sy buanyaaaak hheee… ternyata dg memberikan bantuan utk membeli buku di perpustakaan asma nadia yg diperuntukkan utk anak2 daerah pelosok membuat Allah Menggantikannya dg kemampuanku membeli buku. Kalo ditotal buku2 yg sdh sy beli sdh berpuluh kali lipat dr sedekah sy dulu….
Ahh heranlah kenapa org pelit utk bersedekah pdhl kebaikan dr bersedekah akan kembali ke dirinya lg…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s