EPISTEMOLOGI

Posted: November 26, 2012 in Artikel Pendidikan
  1. A.      PENDAHULUAN

Epistemologi berasal dari kata episteme, yang berarti pengetahuan dan logos, berarti ilmu. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter, dan jenis pengetahuan. Epistemologi atau teori pengetahuan adalah hal yang membahas secara mendalam segenap proses yang terlihat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. Sedangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui proses tertentu melalui metode keilmuan. Pengetahuan adalah segenap apa yang kita ketahui tentang obyek tertentu, termasuk ke dalamnya adalah ilmu sehingga ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama.

Pada hakikatnya kita mengharapkan sebuah pengetahuan yang benar dan bukan bersifat sembarang. Untuk memperoleh pengetahuan yang benar maka ada istilah metode ilmiah, Metode ilmiah adalah cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Tidak semua pengetahuan disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya dan terbatas pada lingkup pengalaman kita. Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu dengan tujuan untuk menjawab permasalahan kehidupan yang sehari-hari dihadapi manusia, dan untuk digunakan dalam menawarkan berbagai kemudahan kepadanya. Pengetahuan ilmiah, alias ilmu, dapat diibaratkan sebagai alat bagi manusia dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya. Pemecahan tersebut pada dasarnya adalah dengan meramalkan dan mengontrol gejala alam. Oleh sebab itulah, sering dikatakan bahwa dengan ilmu manusia mencoba memanipulasi dan menguasai alam.

Masalah yang dihadapi epistemologi keilmuan yakni bagaimana menyusun pengetahuan yang benar untuk menjawab permasalahan mengenai dunia empiris yang akan digunakan sebagai alat untuk meramalkan dan mengontrol gejala alam. Ilmu mencoba mencarikan penjelasan tentang berbagai kejadian. Dalam usaha menemukan penjelasan ini terutama penjelasan yang bersifat mendasar dan postulasional, maka ilmu tidak bisa melepaskan diri dari penafsiran yang bersifat rasional dan metafisis. Pengkajian ilmu yang sekadar pada kulit luarnya saja tanpa berani mengemukakan postulat-postulat yang bersumber penafsiran metafisis tidak akan memungkinkan kita sampai kepada teori fisika nuklir.

Pengembangan ilmu dilakukan melalui metode eksperimen. Dengan demikian maka berkembanglah pula metode ilmiah yang menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif. Dengan berkembangnya metode ilmiah dan diterimanya metode ini sebagai paradigma oleh masyarakat keilmuan maka sejarah kemanusiaan menyaksikan perkembangan pengetahuan yang sangat cepat. Semua teori ilmiah harus memenuhi dua syarat utama, yakni: (a) harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan; (b) harus cocok dengan fakta-fakta empiris. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebenarannya telah teruji secara empiris.

 

  1. B.       METODE DALAM EPISTEMOLOGI

Metode-metode yang digunakan dalam epistemologi, yakni:

  1. 1.      Empirisme

Adalah suatu cara atau metode keilmuan untuk mencari pengetahuan berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang diperoleh lewat pancainderanya. Berdasarkan pancaindera ini pengalaman maupun catatan-catatan dapat diperoleh.

  1. 2.      Rasionalisme

Rasionalisme berpandangan bahwa dalam memperoleh pengetahuan terletak pada akal pikiran atau pada nalar (reasoning), kebenaran pengetahuan terletak pad aide atau pikiran kita dan bukan didasarkan pada pengalaman seperti yang dikemukakan oleh penganut empirisme.

  1. 3.      Fenomenalisme

Fenomenalisme menyatakan bahwa pengetahuan yang diperoleh manusia berdasarkan pada geja atau fenomena (phainomenon berarti tentang apa yang nampak). Edmund Hussel menyatakan bahwa fenomologi adalah suatu analisis deskriptif serta instropeksi mengenai kedalaman dari semua bentuk kesadaran dan pengalaman-pengalaman yang didapat secara langsung, seperti agama, moral, estetika, konseptual dan indrawi. Fenomologi lebih menekankan pada watak intensional kesadaran dan tanpa mengandaikan praduga-praduga konseptual dari ilmu-ilmu empiris.

  1. 4.      Intuisionisme

Instusionisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menganggap adanya kemampuan tinggi yang dimiliki manusia, selain pengalaman yang diperoleh dengan bantuan pancaindra. Pengalaman ini diperoleh secara indrawi dan pengalaman intuitif.

  1. 5.      Dialektika

Dialektika menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta akan berubah akibat dari pertentangan antara dua hal (thesis dan anti-thesis) dan menimbulkan hal lain (sintesis), dalam hal ini terutama yang berkaitan dengan kebenaran. Dengan demikian bahwa kebenaran tidak ada yang absolute.

 

  1. C.      EPISTEMOLOGI DAN FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

Epistemologi merupakan cabang filsafat yang mengkaji hakikat pengetahuan khususnya empat pokok persoalan pengetahuan, seperti keabsahan, struktur, batas, dan sumber. Epistemologi dan filsafat ilmu pengetahuan adalah dua cabang filsafat yang mengkaji permasalahan seputar pengetahuan. Pengetahuan yang dikaji epistemologi adalah pengetahuan dalam arti seluas-luasnya termasuk pengetahuan sehari-hari. Sedang filsafat ilmu pengetahuan barurusan dengan pengetahuan ilmiah atau sains guna membedakannya dengan pengetahuan sehari-hari. Pemilahan tersebut juga melibatkan permasalahan metodologis, kebenaran ilmu pengetahuan berbeda dengan pengetahuan sehari-hari di mana sains memerlukan cara kerja yang ketat untuk memperolehnya.

Filsafat ilmu pengetahuan dan epistemologi tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Filsafat ilmu pengetahuan mendasarkan dirinya pada epistemologi khususnya pada persoalan keabsahan pengetahuan. Keabsahan pengetahuan dibagi menjadi tiga teori kebenaran, yakni: (a) korespondensi yang mensyaratkan adanya keselarasan antara ide dengan semesta luar, kebenarannya bersifat empiris-induktif; (b) koherensi yang mensyaratkan adanya keselarasan antara pernyataan logis, kebenarannya bersifat formal-deduktif; (c) pragmatis mensyaratkan adanya kriteria instrumental atau kebermanfaatan.

Metode pemerolehan ilmu pengetahuan, langkah-langkah untuk mencapai kebenaran ilmiah juga diterima begitu saja sebagaimana halnya sebuag dogma. Kesemuanya tersebut adalah hal-hal yang dicoba untuk didekati secara kritis dan mendasar oleh filsafat ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu pengetahuan selalu mengajukan pertanyaan yang amat mendasar terhadap ilmu pengetahuan untuk membongkar asumsi-asumsi yang tadinya diterima begitu saja.

 

bertanya

 

Hubungan filsafat dengan ilmu pengetahuan bisa digambarkan sebagai berikut.

 

 
   

 

 

 

 

 

 

  1. D.      PENGETAHUAN ILMIAH DAN NONILMIAH

Kita telah mengetahui bahwa cirri-ciri ilmu pengetahuan antara lain metodis, ada langkah-langkah yang ketat dan sistematis, tanpa pamrih, melepaskan diri dari perandai-perandaian, universalitas, dibimbing objek penelitian, dan tidak terdistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif, intersubjektivitas. Tabel berikut akan membantu memahami perbedaan antara pengetahuan ilmiah dan nonilmiah.

PENGETAHUAN

TUJUAN

CARA PEMEROLEHAN

Pengetahuan Ilmiah

  • Deskripsi (menjelaskan gejala-gejala)
  • Eksplanasi (hubungan klausal)
  • Prediksi (lewat data-data objektif dapat dilakukan prediksi terhadap gejala-gejala yang muncul)
    • Metodis, melalui jalan tertentu dan setelah sampai pada pernyataan maka pernyataan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan (verifikasi/falsifikasi)
    • Sistematis
    • Objektif (bebas nilai)
 

Pengetahuan nonilmiah

  • Bertahan hidup dalam kehidupan sehari-hari (pragmatis)
    • Warisan budaya
    • Tradisi
    • Metode tidak menjadi masalah
    • Pernyataan ambigu, kabur, tidak objektif
 

 

  1. E.       AKAL DAN PENGALAMAN
    1. 1.      Rasionalisme

Rasionalisme dapat didefinisikan sebagai paham yang meneknakan akal sebagai sumber utama pengetahuan manusia dan pemegang otoritas terakhir bagi penentuan kebenaran. Pengetahuan diperoleh tanpa melalui pengalaman indrawi sehingga sumber pengetahuan hanya berasal dari akal atau ide.

Kaum rasionalis pada umumnya mengagumi keniscayaan kebenaran penalaran deduktif sebagaimana terdapat dalam logika, matematika, dan geometri yang sifatnya apriori. Kbenaran tentang semesta mereka yakini tidak berasal dari pengalaman empiris melainkan dari pikiran yang menghasilkan ide-ide yang jelas dan gamblang yang dari situ dapat dihasilkan kebenaran-kebenaran turunan tentang semesta. Asumsi dasar kaum rasionalis tentang hubungan manusia dan semesta adalah adanya keselarasan antara pikiran dan semesta atau dengan kata lain terdapat korespondensi antara struktur pikiran manusia dan struktur matematis dunia.

  1. 2.      Empirisme

Berlawanan dengan rasionalisme yang memandang akal budi sebagai satu-satunya sumber dan penjamin kepastian kebenaran pengetahuan, empirisme memandang hanya pengalamanlah sumber pengetahuan manusia. Bagi empirisme, pengalaman inderawi adalah satu-satunya sumber dan penjamin kepastian kebenaran pengetahuan. Karena sumber pengetahuan adalah pengalaman maka metode yang diajukan kaum empiris adalah metode verifikasi-induktif.

Locke mengatakan bahwa ide manusia pada dasarnya terbagi dua: (a) ide sederhana, yakni ide yang secara langsung kita dapatkan lewat pengalaman inderawi (misalnya, apabila disentuh panas); (b) ide kompleks,  yakni refleksi terhadap ide-ide sederhana tersebut sehingga mampu membentuk pengetahuan tentang dunia (misalnya, mengapa api mengeluarkan panas).

  1. 3.      Kantianisme

Kant menganggap ide-ide metafisis seperti kausalitas, substansi, diri, dan Tuhan memang tidak bisa diasalkan pada kesan-kesan inderawi. Hume membagi pengetahuan menjadi dua jenis. Pertama adalah pengetahuan berdasarkan relasi ide dan kedua pengetahuan berdasarkan pengamatan faktual. Pengetahuan berdasarkan relasi ide bersifat apriori yang artinya tidak membutuhkan pengalaman. Hal itu dikarenakan pengetahuan berdasarkan relasi ide bekerja semata-mata berdasarkan penalaran. Pengetahuan berdasarkan pengamatan faktual, berlawanan dengan pengetahuan berdasarkan relasi ide, bersifat aposteriori yang artinya membutuhkan pengalaman.

Berdasarkan kedua tipe pengetahuan pengetahuan yang dikemukakannya, Hume menolak metafisika sebagai pengetahuan. Hume berargumentasi bahwa pengetahuan metafisika tidak bisa digolongkan ke dalam tipe pengetahuan berdasarkan relasi ide maupun pengetahuan berdasarkan pengamatan.

Kant mengatakan bahwa pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak. Pertama, fakultas pencerapan dan kedua ialah fakultas pemahaman yang membuat keputusan-keputusan tentang data-data inderawi yang didapat melalui fakultas pertama. Kedua fakultas ini tidak saling mendominasi melainkan saling membutuhkan.

Kerja fakultas pencerapan ialah menerima data-data inderawi yang masuk dan menatanya dengan kategori ruang dan waktu. Kategori ruang dan waktu sendiri tidak diperoleh melalui pengalaman melainkan intuisi. Ruang dan waktu bukan suatu yang objektif, kita tidak pernah mengalami ruang dan waktu namun semua pengalaman empiris kita tentang objek selalu hadir dalam ruang dan waktu.

Sedangkan kerja fakultas pemahaman adalah menyatukan dan mensistesiskan pengalaman-pengalaman yang telah diterima dan ditata oleh fakultas pencerapan. Fakultas pemahaman bekerja dengan kategori-kategori apriori untuk menata pengalaman-pengalaman yang masuk menjadi suatu keputusan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hamied, Fuad Abdul, dkk. 2012. Filsafat Ilmu. Bandung: Sekolah Pascasarjana UPI

Suriasumantri, Jujun. 2010. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Adian, Donny Gahral. 2002. Menyoal Objektivime Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Khazanah Pustaka Keilmuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s