BERKUMPULLAH DENGAN ORANG-ORANG POSITIF MAKA TEMUKANLAH KETENTRAMAN

Posted: November 20, 2012 in Motivasi

Tanggal 29 September 2011 adalah untuk pertama kalinya aku bergabung di Bimbingan dan Konsultasi Belajar Nurul Fikri Palembang. Sungguh perasaan luar biasa bahagianya. Ini adalah pekerjaan pertamaku setelah lulus S1. Aku bertemu kembali dengan Mira Zulyati Ahfa yang dulu juga pernah bertemu tatkala tes tertulis. Aku dan dia sama-sama lulus. Ada perasaan was-was ketika dulu diwawancarai oleh Pak Sabar dan Pak Iskandar bahwa aku akan dipersiapkan mengajar SMA beberapa bulan ke depan. Pikiranku melayang membayangkan masa-masa SMA ku yang masih bego dengan pelajaran matematika. Ditambah lagi aku bukan spesialis matematika. Aku dulu memang melamar pekerjaan sebagai guru matematika SD.

Namun, mereka yang pintar dan sudah berpengalaman dengan sabar membimbingku menyelesaikan soal-soal yang aku sendiri tidak bisa menyelesaikannya. Pak Ismail, Pak Iskandar, Mbak Eriga, Mbak Dian, Mbak Rima, dan Kak Samari memberikan ilmunya kepadaku dan sedikitpun tidak meminta balasan apapun kecuali keberkahan ilmu yang mereka ajarkan. Semua staff dan pengajarnya pun memberikanku sebuah pengalaman yang berharga. Tatkala kami sama-sama pergi ke Jakarta. Ohh, ini pertama kalinya aku ke Jakarta dan naik pesawat.

Di Jakarta aku pun bertemu dengan orang-orang positif dan santun lainnya. Mereka semua pintar bukan kepalang, kawan. Namun yang menjadikanku kagum, mereka yang pintar bukan hanya dalam bidang ilmu dunia, tapi kecerdasan emosional dan spiritualnya membuatku semakin semangat untuk mengajar. Ditambah lagi dengan suatu penguatan nasihat yang mengajarkan bahwa sebagai guru tidaklah boleh memberikan konsep pemahaman yang melenceng dari kebenaran. Niatan tulus seorang guru akan menyentuh hati siswanya.

NF adalah bimbel yang islami. Ya, NF memang bimbel yang islami. Para pengajar tak lepas memberikan pengarahan dengan pendekatan islami di mana segala usaha itu akan bermuara pada takdir Allah, manusia hanyalah berikhtiar dan bertawakkal dalam meraih kesuksesannya. Pengajar-pengajar yang menurutku semua bersahabat karena aku tahu bahwa aku ini tipikal orang yang susah untuk memulai komunikasi ketika berada di lingkungan baru. Aku belajar pada pimpinan NF yang tatkala dilanda sebuah masalah yang disebabkan oleh para “orang dalam” nya sendiri mereka memberikan sikap yang arif dan bijaksana. Mereka itu memang orang-orang pilihan yang terpanggil untuk memberikan pencerahan secara tidak langsung terhadap orang-orang di sekelilingnya.

Baru satu tahun aku di sini namun sudah merasakan atmosfer kenyamanan dan keislamian dari bimbel ini. Cerita-cerita dari Mbak Elida tentang pimpinan NF, sikapnya, kemudian bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah serta pertemuanku dengan para pengajar NF lainnya sewaktu raker di Jakarta sudah mampu membuatku paham bahwa untuk menyentuh hati seseorang itu bukanlah dengan memberikannya ceramah setiap hari tetapi cukup memberikan contoh perilaku yang baik dan santun yang berasal dari hati. Sungguh aku mencintai orang-orang yang memberikanku inspirasi untuk berbuat baik. Ana uhubbukum fillah.

Mendengarkan cerita-cerita serta mempelajari bagaimana cara orang berpikir dan merasa pun kupelajari di sini. Semua hal-hal positif yang kudapatkan di sini dalam menjalin ukhuwah islamiyah yang erat. Tidak pernah akan saling menjatuhkan dan selalu bersahabat membantu semua kesulitan adalah implementasi semua perilaku positif para pengajar di sini.

Aku pun rela tidak mengajar ke sekolah karena ingin focus di NF dan pulang-pergi Indralaya-Palembang. Ini terlepas dari gaji yang diberikan, toh walaupun hanya mengajar 1 jam ataupun mengawas TO di 1 kelas saja aku masih datang. Semua karena aku mulai mencintai pekerjaan aku di sini. Apalagi Kak Amuk selaku staf penjadwalan sudah merasa kewalahan menyusun jadwal sehingga sebagaio seorang yang sudah menerima konsekuensi resiko pekerjaan maka aku menerima jadwal Kak Amuk dengan senang hati. Pulang malam pun sudah menjadi “makanan”ku sehari-hari. Sholat maghrib yang dijamak dengan Isya pun sudah biasa. Bahkan terasa aneh jika aku pulang masih ada matahari, hhee… (ini dampak + atau – ya..??). Ini juga mungkin efek dari nasihat Pak Bambang di mana beliau memberikan pengalamannya ketika beliau diminta siswa konsul, walau berat tapi beliau meyakini bahwa jika kita dikaruniai kekuatan/ilmu yang besar maka ada tanggung jawab yang besar. Sehingga beliau melayani siswa tersebut. Walau dengan cara penyampaian yang santai tapi berbekas di hatiku. Sehingga ketika Kak Yudi menanyakan apakah aku ke NF Cuma buat konsul. Kujawab ya. Kulihat raut muka aneh. Tapi memang aku merasa keterlaluan jika menolak siswa untuk konsul ketika sedang ada waktu luang.

Terima kasih atas semua ilu, pengalaman, dan nasihat baik yang diberikan secara langsung maupun tidak langsung kepadaku. Ana Uhubbukum Fillah yaa ukhti yaa akhi J

Wallahu ‘alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s