BEKERJA UNTUK BERIBADAH

Posted: November 20, 2012 in Motivasi

            Teringat sebuah ceramah dari ustadz Yusuf Mansyur bahwa ilmu jika tidak membawanya berbakti dan tunduk kepada Allah maka celakalah ilmu itu bagi dirinya.

Ini adalah benar adanya fenomena di mana sekelompok majelis ilmu yang ketika Allah Menanggil dengan seruan adzan maka majelis ilmu itu hanya diam sejenak untuk mendengarkan adzan, bukan bergegas menuju masjid atau mushola untuk menunaikan ibadah sholat.

Dulu pernah menghadiri sebuah majelis ilmu yang menghadirkan seorang penulis buku islami. Acara ini diadakan oleh organisasi berbasis keislaman di sebuah kampus. Ketika masuk waktu sholat Ashar, tidak ada gerak dari panitia bahwa acaranya sebaiknya dipending karena sudah masuk waktu Ashar padahal acaranya dilakukan di dekat masjid. Dan memang mungkin karena lupa dan di masjid juga tidak ada yang mengumandangkan adzan maka jadilah sholat Asharnya pada pukul 4 sore. Padahal mejelis ilmu itu membahas sebuah buku yang menjelaskan keyakinan kepada Allah tentang menggapai kesuksesan. Huh, apanya yang sukses jika ketika Allah Memanggil kitanya pada melengos saja dan terlambat “menemuiNya”?

Kemudian, saya juga pernah mengikuti acara yang sebenarnya saya agak miris dengan kesigapan pematerinya. Ketika adzan zuhur, sang pemateri hanya menyuruh kami diam sejenak untuk mendengarkan adzan kemudian melanjutkan kembali penjelasannya. Bukankah majelis itu untuk mengenal Allah? Tapi kenapa malah menjauhkan diri dari Allah tatkala Allah Menyeru untuk menemuiNya?

Entah ada berapa banyak lagi majelis-majelis ilmu yang mengupayakan agar kita mengingat Allah tetapi lupa bagaimana esensi dari menginat Allah sebenarnya.

Ada cerita lagi mengenai dosen. Ada dosen saya yang seharusnya mata kuliah itu berakhir pukul 12 siang tetapi karena waktu zuhur sudah masuk pukul 11. 30an maka Beliau pun mengakhiri perkuliahan tatkala masjid telah memutar murrotal tanda sebentar lagi akan masuk waktu zuhur. Beliau pun tanpa basa-basi langsung menutup perkuliahan walau masih banyak waktu untuk menjelaskan mata kuliah.

Lain halnya seorang dosen yang sudah naik haji tetapi ketika adzan terdengar maka ia masih asyik menjelaskan. Dan kami sebagai mahasiswa tidak bisa berkutik untuk menstopkan Beliau berbicara. Kemudian juga ada dosen yang ingin masuk perkuliahan itu pukul 12 dan keluar pukul 13.30. sholat zuhurnya dipending sampai jam 13.30. Sungguh tidak masuk akal. Apakah dosen ini yang menguasai umur seseorang dan tidak ingat bahwa kematian mengintai kita selama 24 jam? Bisa saja sebelum melaksanakan sholat, nyawa kita telah hilang.

Ada beberapa kendala saya dalam sholat tepat waktu. Selain karena susah sekali untuk menentang dosen yang masih asyik berbicara tatkala adzan berkumandang, ialah karena pekerjaan. Saya hanyalah seorang pekerja yang bekerja sesuai aturan. Sudah berulang kali ketika adzan Ashar dan Maghrib terdengar, saya masih berada di kelas. Walau memang suara adzan tidak terdengar tetapi saya tahu kalau sudah waktunya untuk melaksanakan ibadah sholat. Oleh karena itu, setelah mengajar sesegera mungkin saya mengambil wudhu dan sholat.

Dulu sering sekali menjamak sholat Maghrib dengan sholat Isya karena ketika masuk waktu Maghrib saya masih diperjalanan usai dari bekerja. Itu adalah masa-masa miris saya. Saya tahu bahwa menjamak itu boleh ketika sedang diperjalanan tetapi apakah Allah Ridho dengan pekerjaan saya? Maka sekarang saya diberikanNya jalan lain. Saya hijrah ke sebuah kota di mana saya bisa melewati segala aktivitas saya tanpa kehilangan kata-kata “tepat waktu” untuk sholat J

Mengenai soal hijrah maka akan saya bahas pada judul yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s